Selasa, 14 Januari 2020

Mengenal Lebih Dalam Tentang BI Checking Sebelum Melakukan Transaksi KPR


Ketika Anda ingin memiliki sebuah rumah, entah itu untuk hunian pribadi ataupun tempat usaha. Sekarang sudah dimudahkan dengan adanya sistem KPR. Anda bebas memilih rumah tetapi pembayarannya dapat diangsur. Proses pengajuan KPR itu ada sebuah persyaratan mutlak yang harus dipenuhi debitur. Syarat itu berupa skor kredit yang baik saat dilakukan metode BI Checking.

Supaya Anda dapat lolos untuk syarat ini serta akhirnya bisa segera mengajukan KPR. Maka Anda harus mempunyai profil kredit yang baik. Seseorang dapat dikatakan demikian, ketika semua pembayaran kredit yang dilakukan tidak pernah bermasalah. Dengan kata lain selalu tepat waktu ketika membayar. Terlihat mudah tetapi bagi mereka yang bermasalah dalam hal skor kredit, itu terasa menyusahkan.

Mengenal Lebih Dalam Tentang BI Checking Sebelum Melakukan Transaksi KPR

Kegiatan untuk mengetahui tingkat rating skoring kredit. Umumnya dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), tetapi mulai 1 Januari 2018 ada kebijakan baru. Tugas melakukan analisa skoring kredit kini telah beralih ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga istilah SID (sistem informasi debitur) yang sering dipakai kini berubah menjadi SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). Bagi Anda yang ingin mengetahui skor kredit, sekarang dapat diajukan melalui OJK.

Lalu bagaimana prosedur pengajuannya? Prosedur tidak rumit siapa saja dapat melakukan dengan cepat. Asalkan semua dokumen pendukung terpenuhi. Dokumen pendukung itu berupa KTP WNI atau Paspor untuk pemohon WNA. Dokumen tersebut ditujukan bagi pihak perseorangan.

Kalau badan usaha biasanya lebih kompleks. Dokumen pendukungnya berupa identitas tempat usaha dan pengurus usaha. Selain itu menunjukkan pula dokumen terkait lainnya seperti: NPWP badan usaha, Akta Pendirian Perusahaan, dan laporan anggaran dasar. Mudah bukan syaratnya?

Saat melakukan pengajuan ke OJK bisa saja pihak yang mengajukan itu mengalami halangan. Sehingga peluang untuk diwakilkan itu besar. Nah, supaya dapat berjalan ada beberapa prosedur yang harus ditempuh oleh perwakilan tersebut. Pihak perwakilan harus membawa surat kuasa bermaterai 6000, KTP pemberi kuasa, dan KTP penerima kuasa.

Setelah beberapa dokumen seperti yang dijelaskan di atas terkumpul. Langkah selanjutnya Anda segera meluncur ke kantor OJK terdekat untuk mendapatkan dan  mengisi formulir. Kalau Anda berada pada area Jabodetabek bisa langsung datang ke alamat: Menara Radius Prawiro, Lantai 2 - Komplek Perkantoran Bank Indonesia. Lokasi tepatnya Jl. M.H. Thamrin No. 2, Jakarta Pusat.

Bagi Anda yang berada di area luar Jabodetabek segera hubungi call centre OJK pada line 157. Setelah Anda menghubungi mereka maka akan mudah meluncur ke lokasi. Setibanya Anda di kantor OJK, segera untuk menyampaikan keperluan yang dimaksud. Setelah petugas paham akan maksud Anda. Mereka akan memberikan formulir permohonan yang harus diisi sebenar-benarnya.

Setelah pengisian formulir selesai dilakukan. Anda bisa serahkan dokumen pendukung entah itu asli atau fotokopi beserta formulir kepada petugas OJK. Anda tunggu beberapa saat saja karena mereka sedang melakukan pemeriksaan data, dan analisa. Ketika semuanya telah sesuai dengan apa yang diminta. Petugas dari OJK akan langsung melakukan cetak informasi debitur.

Petugas akan kembali mendatangi Anda untuk mengkonfirmasi hasilnya. Jika Anda telah memahaminya, mereka akan menyerahkan berkas tersebut. Saat berkas diserahkan, Anda biasanya akan membubuhkan tanda tangan pada lembar tanda terima. Kini Anda dapat menggunakan informasi tersebut untuk kepentingan pengajuan KPR.

Mudah dan tidak rumit bukan prosedurnya? Kini Anda bisa tenang saat mengajukan KPR. Karena segala informasi terkait track record kredit Anda telah tampak hasilnya. Pihak penyedia jasa layanan KPR akan segera memprosesnya. Serta menentukan nominal dan jangka waktu angsuran yang tepat untuk Anda.

Artikel Terkait

Mengenal Lebih Dalam Tentang BI Checking Sebelum Melakukan Transaksi KPR
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

1 komentar:

16 April 2020 15.49 delete

terkadang bi chaking menghambat orang ingin memiliki rumah , sedangkan secara tidak langsung orang beli rumah tidak sprti pehajuan kendaraan yg kapan aja bisa lenyap.
jika rumah slalu ada di tempat
https://infojualrumahmurahcirebon.com/

Reply
avatar