Kamis, 28 November 2019

Apakah tahi lalat berbahaya bagi kesehatan?


Tahi lalat adalah bintik kecil mempunyai warna cokelat atau sedikit hitam yang berada di permukaan kulit.  Terbentuk dari sel  zat warna atau pigmen kulit yang di sebutnya melanosit yang berkelompok. Warna yang sedikit lebih gelap ada pula yang serupa warna kulit. Mulai dari bentuknya yang bulat, oval, menonjol, atau datar. Ada yang beraneka ragam ada yang halus serta kasar, bahkan ada yang ditumbuhi bulu. Umumnya Tahi lalat sudah ada sejak lahir, atau baru tumbuh menyesuaikan perkembangan setelah lahir di usia 25 tahun Jumlah pada permukaan kulit yang tumbuh secara normal berupa 10-40 buah. Tidak disebut dengan penyakit yang menimbulkan gejala. Namun, memiliki karakteristik yang khas tang bisa dilihat, dari warna, tekstur, bentuk, dan ukuran.

Apakah tahi lalat berbahaya bagi kesehatan?

1. Warna, kebanyakan Tahi lalat tumbuh berwarna cokelat dan hitam. Namun, ada juga beberapa tahi lalat yang warnanya menyerupai warna kulit. Jadi bisa dikatakan bahwa hampir tidak terlihat oleh mata. Warna hanya sebagai tanda agar di ketahui letak serta posisinya di akui bahwa hanya biasa.

2. Bentuk,  biasanya bulat atau oval. Untuk bentuk kadang hanya 2 jenis tersebut dan bentuk umumnya adalah bulat tetapi juga saat lahir tidak terlihat kemudian ketika beranjak dewasa tanda lahir ikut membesar mengikuti perkembangan di tubuh. Tidak terlalu banyak di seluruh tubuh tetapi memang salah satunya bisa berbentuk oval.

3. Tekstur, apabila kulit diraba:  halus, rata, kasar, atau menonjol.

4. Ukuran, panjang normal tidak lebih dari 6 mm. Dapat tumbuh pada bayi baru lahir biasanya berukuran lebih besar, dan dapat tersebar di wajah serta tubuh.

5. Lokasi, ada di seluruh tubuh, bahkan ada ketiak, kulit kepala, hingga di jari tangan. Ada lokasi tertentu yang tidak bisa di lihat oleh orang lain. Tidak banyak yang mengetahui asalnya namun adanya pembentukan pigmen kulit.

Kondisi ini tidak berbahaya, akan tetapi bisa berkembang menjadi kanker kulit melanoma. Penampilan kanker kulit melanoma berbeda dengan biasanya. Kanker kulit melanoma memiliki tepian kasar dan tidak rata, bentuknya tidak simetris, terdiri dari dua atau tiga warna atau lebih, serta berukuran lebih besar tapi melebihi 6 mm. Jenis ini akan  menyebabkan gatal dan mengeluarkan darah.

Adapun pemicu yang menyebabkan kanker kulit melanoma, antara lain: memiliki lebih dari 50 buah entah bagian tubuh yang mana yang pasti ada banyak yang terdapat pada tubuhnya pemicunya entah dari terpapar sinar matahari, terkena radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari yang memiliki sifat merusak jaringan kulit sehingga dapat meningkatkan risiko  kanker kulit, adanya genetik atau sering di sebutkan faktor keturunan, dan orang yang sering mengonsumsi obat-obatan. Umumnya tahi lalat tidak berbahaya sehingga tidak memerlukan diagnosis karena  terdapat di permukaan kulit dan jika di raba tidak kasar jenisnya halus. Pemeriksaan dokter akan membedakan antara tahi lalat dengan  melanoma melalui pemeriksaan fisik pada kulit penderita. Jika di duga mempunyai ikatan kanker kulit melanoma, dokter akan melakukan biopsi, yakni pengambilan sampel jaringan untuk diteliti dan dilakukan penanganannya lebih cepat dari sebelumnya. Pemeriksaan akan terus dilakukan guna memberikan data lengkap beserta pemberian obat dan akan di tindak lanjuti hingga kangker benar-benar bisa di obati.

Referensi:
alodokter.com
hellosehat.com
Referensi gambar
lifestyle.okezon.com

Artikel Terkait

Apakah tahi lalat berbahaya bagi kesehatan?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email