Senin, 06 Agustus 2018

Milenial Rela Terlilit Utang Demi Gaya Nasib serta Pergaulan

Anda tentu punya kawan yang rutin pamer mengenai liburannya, kegemaran makan di restoran mahal, alias menggunakan item fesyen terkini. Gaya nasibnya tampak membahagiakan dan bikin iri.


Pertanyaannya, bagaimana tutorial mereka memperoleh itu semua? Bisa sehingga sebab gajinya yang besar, alias jangan-jangan gaya nasibnya didapat dari berutang.

Melansir laman Forbes, Jumat (20/4/2018), suatu  survei terakhir dari Credit Karma menemukan hampir 40 persen milenial menghabiskan uang yang tak dimilikinya dan terlilit utang demi gaya nasib dan hubungan sosial.

Rata-rata pengeluaran tersebut dihabiskan demi suatu  pengalaman seperti berlibur, pesta, kenasiban malam, sampai pernikahan. Bahkan milenial rela berutang demi makanan, pakaian, alat elektronik, perhiasan dan mobil.

Kurang lebih 36 persen responden dalam survei tersebut mengaku mungkin hanya bisa bersi kukuh setahun lagi tanpa utang dengan gaya nasib yang sekarang.

Lalu mengapa mereka menolak berbicara tak untuk berutang? Alasannya sederhana, supaya tak ditinggalkan kawan-kawan sepergaulan.

Takut Dijauhi kawan
Bukan soal itu saja, tak sedikit milenial mengaku khawatir apa yang bakal dipikirkan kawan-kawannya apabila mereka tak berangkat bergabung. Sebetulnya para milenial hanya ingin memperoleh yang paling baik seperti keamanan finansial.

Sayangnya, tak sedikit dari mereka tak terbuka soal keuangannya. Dari 40 persen yang telah terlilit utang setidak sedikit 73 persen di antaranya mengaku merahasiakan kondisi finansialnya dari seluruh kawan. Padahal berkawan sewajibnya tak mengorbankan diri sendiri apalagi wajib terlilit utang dalam jumlah besar.

Trik Atur Duit
Mengatur keuangan bukan perkara mudah, tergolong bagi generasi milenial. Riset yang diperbuat George Washington Global Financial Literacy Excellence Center kepada 5.500 milenial menunjukkan, hanya 24 persen dari total responden yang mengerti prinsip keuangan.

Terbukti sih, kadang-kadang diperlukan salah langkah dulu sebelum sukses memperoleh tutorial bijaksana dalam mengatur keuangan. Persoalannya, bagaimana kalau kitanya sendiri tak paham telah meperbuat kesalahan-kesalahan dalam pola keuangan kita?

Untuk mendeteksi adanya kesalahan alias tak dalam pola keuangan Anda, sebetulnya lumayan mudah. Lihat saja aset Anda.

Seperti dikutip dari Danaxtra, kalau seusai selagi berbagai tahun bekerja, tetapi tabungan Kamu tak memadai dan tak ada tambahan aset, maka bisa dipastikan Kamu butuh membenahi tutorial dalam mengelola keuangan dan gaya nasib. Coba perbuat review dengan cara berkala kepada pola pengeluaran Anda.

Cermati tutorial Kamu berbelanja dan prioritas pengeluaran harian dan bulanan melewati catatan keuangan. Melewati data dalam catatan tersebut, dengan cara umum Kamu bisa membagi kategori pengeluaran dalam berbagai kelompok konsumsi, tabungan alias investasi juga sosial.

Nah, di kelompok mana yang paling tak jarang membelanjakan uang, di situlah sumber info mengenai kondisi keuangan saat ini. Apabila belanja Kamu terlalu besar di pos konsumsi sementara di segi lain tak ada kontribusi di kategori tabungan alias investasi, maka susah bagi Kamu untuk mewujudkan tujuan keuangan jangka panjang.

Supaya kesalahan itu tak terus berulang, Andreas Freddy Pieloor, Konselor Keuangan dan Keluarga MoneynLove, menyarankan supaya generasi milenial usia di bawah 30 tahun yang telah berpenghasilan menyisihkan 10 persen gajinya untuk investasi.

Terus bertambah usia, presentase itu sebaiknya ditingkatkan. Yang di atas 30 tahun, angkanya bisa 20 persen pendapatan. Menurut Pieloor, komposisi tersebut telah menandakan keuangan mereka untuk jangka panjang aman.

Tetapi, apabila ingin keuangan membaik, Freddy menyarankan generasi milenial untuk membagi pendapatannya ke dalam delapan pos.

Rincian
Berikut perinciannya:

1. 60 persen untuk kebutuhan sehari-hari alias bulanan

2. Maksimal 30 persen untuk membayar utang

3. 10 persen untuk asuransi

4. 10-20 persen untuk investasi

5. 10 persen untuk pendidikan anak

6. 2,5-10 persen untuk kebutuhan sosial seperti zakat alias sumbangan

7. 2,5 persen untuk hiburan

8. 2,5 persen untuk liburan jangka panjang

Coba Kamu simak bagaimana mestinya manajemen keuangan untuk milenial tergolong mahasiswa. Satu faktor yang wajib rutin Kamu camkan, masa depan tak kalah penting dari kali ini.

Artikel Terkait

Milenial Rela Terlilit Utang Demi Gaya Nasib serta Pergaulan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email