Rabu, 08 Agustus 2018

Ekonomi Membaik, Pengembang Apartemen Optimistis

Pulihnya pasar properti dengan cara nasional mulai terkesan di sepanjang kuartal II (Q2) 2017. Berdasarkan catatan Rumah.com Property Index, harga properti residensial berada pada titik 103 dalam rentang bulan April – Juni alias naik tipis 0,39% quarter-on-quarter (q-o-q) dibanding kuartal I 2017.


Ike Hamdan selaku Head of Marketing Rumah.com membahas, “Rumah.com Property Index (RPI) yang dirilis oleh Rumah.com di awal tahun 2017 dapat dijadikan solusi atas persoalan transparansi data properti yang dibutuhkan oleh para pengembang maupun pencari hunian di seluruh Indonesia.”

Kenaikan indeks harga properti residensial dengan cara nasional pada Q2-2017 dikarenakan oleh kenaikan di sejumlah kawasan yakni DKI Jakarta (2,4%), Jawa Tengah (4,27%), dan Banten (0,65%).

Sementara itu, salah satu wilayah agen residensial terbesar, yakni Jawa Barat, turun sebesar 1,1%. Indeks di Daerah Istimewa Yogyakarta menurun tipis 0,3%, sementara Bali stagnan.

Untuk wilayah Jakarta sendiri, area barat terbilang yang lumayan potensial dan aktif dalam suplai hunian, baik rumah tapak maupun apartemen. Inilah yang menjadi latar belakang sejumlah developer tetap menyasar Jakarta Barat dalam pengembangan proyek.

Tak terkecuali pengembang asing asal Singapura, Keppel Land, yang merilis salah satu proyek apartemen bernama West Vista. (Lihat ulasan lengkap seputar proyeknya di sini).

“Indonesia adalah salah satu pasar pertumbuhan mutlak dan realisasi pembangunan apartemen West Vista at Puri, yang sekaligus menjadi wujud eksistensi perusahaan di industri properti Indonesia,” ucap Mr Goh York Lin, Presiden Keppel Land Indonesia, terhadap Rumah.com.

Apartemen dengan tinggi 48 lantai ini menyaapabilan beragam opsi jenis unit mulai dari jenis studio, jenis 1 kamar tidur dan jenis 2 kamar tidur dengan kisaran luas mulai dari 30 meter persegi hingga 60 meter persegi.

“Proyek apartemen kita mendapat sambutan baik dari konsumen, khususnya dari luar Jakarta. Seiring mulai membaiknya kondisi ekonomi nasional, kita optimistis apartemen dengan nilai investasi Rp2,6 triliun ini bakal terserap pasar sebab keperluan hunian vertikal bernilai di Jakarta terus meningkat. Sekarang unit yang terjual telah mencapai 50%,” ia meningkatkankan.

Baca juga: Geliat Hunian Berbasis TOD di Jakarta Barat

Akses transportasi dari apartemen ini sendiri juga terus lengkap, seiring rencana Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta yang bakal membangun terminal dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Rawa Buaya.

 “Nantinya terminal, hunian, perkantoran, area komersial, dan parkir bakal terintegrasi dengan transportasi kereta api ringan (light rail transit/LRT). Faslitas ini jelas bakal meningkatkan keenjoyan para penghuni,” tandasnya.

Artikel Terkait

Ekonomi Membaik, Pengembang Apartemen Optimistis
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email