Rabu, 08 Agustus 2018

Cara Cermat Memilih Rumah Idaman

Apabila selagi ini prinsip yang dipakai dalam memilih rumah merupakan 4L (lokasi, lokasi, lokasi, dan lokasi), saat ini ada perspektif lain yang juga wajib Kamu ketahui. Kamu wajib memperhatikan tak sedikit faktor sebelum membeli rumah, bukan saja sebab harganya yang tak terjangkau, tetapi juga sebab rumah itu bakal Kamu tempati untuk jangka waktu lama.


Lokasi terbukti jadi pertimbangan mutlak dalam membeli rumah. Tetapi sebelum meperbuat akad jual-beli, jangan lupa juga berbagai sudut yang lain. Pihak pengembang memperkenalkan dua tipe rumah yakni rumah siap huni (ready stock) dan indent (rumah baru dibuat seusai akad jual-beli). Masing-masing mempunyai kelebihan dan ketidak lebihan.

Apabila rumah siap huni, biasanya Kamu bakal lebih tenang. Sebab, wujud orisinil rumah telah terkesan jadi bakal lebih mempermudah untuk meyakinkan pihak bank. Tidak hanya itu juga Kamu tak butuh menantikan lama, dan bisa langsung segera ditempatkan. Kendati wujud rumah telah terkesan, Kamu belum bisa memastikan kebenaran material rumah.

Sedangkan kelebihan rumah indent, Kamu tetap bisa mengamati dari bagian pertama hingga akhir. Bahkan bisa meminta tambahan tampilan rumah.
Tetapi, kekhawatiran juga membelenggu pada saat menetapkan waktu penyelesaian. Ditakutkan bakal menghabiskan waktu lebih lama dari perdiksi.
Nah, dalam suatu  buku “Jangan Salah Memilih KPR”, dijelaskan formula 4L lain yang bisa menjadi acuan Kamu dalam memilih rumah idaman, antara lain legalitas, lokasi, lingkungan, dan logika,

1. Legalitas
Umumnya, masyarakat saat ini mencari properti (terutama rumah) yang telah dengan status SHM (Sertifikat Hak Milik) dan SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan).
Hal yang butuh diketahui oleh Kamu merupakan bahwa hak kepemilikan tanah yang bisa dibiayai dengan KPR hanya dua, yaitu hak milik (pembuktian SHM) dan Hak Guna Bangunan (SHGB).
Artinya, pastikan Kamu membeli rumah dengan status Hak Milik dan HGB. Kedua status tersebutlah yang bakal diterima oleh pihak bank.
Apabila Kamu membeli rumah dengan bentuk girik, mau tak mau Kamu wajib daftarkan menjadi Hak Milik.
(Baca juga postingan terkait “Sebelum Beli Rumah, Kenali Dulu tipe Sertifikatnya”)

2. Lokasi
Cara kedua merupakan memilih lokasi. Dalam mempertimbangkan lokasi, Kamu wajib mempertimbangkan tiga faktor untuk menonton lokasi yang strategis semacam tepat peruntukannya, jalan masuk mudah, dan prospektif.
Ada pepatah yang berbicara bahwa mencari rumah sama semacam mencari jodoh. Tak hanya dilihat dari wujud fisik rumahnya saja tetapi juga mengikut dankan insting alias memakai feeling.
Kemudian, jangan sempat ragu untuk mencari info dari orang kurang lebih. Kamu bisa memakai fitur resensi proyek perumahan baru dalam Rumah.com.
Nanti, bakal dijelaskan tentang lokasi perumahan saat ini dan prospek perumahan mendatang, pertimbangannya dari perkembangan pembangunan infrastruktur semacam fasilitas umum dan tata ruang wilayah.

3. Lingkungan
Apabila lokasi bersifat umum, lingkungan lebih spesifik lagi. Sesuaikan lingkungan dengan kebutuhan Anda.Umpama, apabila Kamu mempunyai anak-anak usia kanak-kanak, usahakan tinggal di lingkungan dengan warga yang mempunyai anak seumuran. Hindari tinggal di lingkungan yang tak sedikit dihuni pensiunan.
Pasalnya, seorang anak butuh teman sebaya yang bisa diajak bermain untuk proses tumbuh kembangnya.
Selain itu, pertimbangkan juga keamanannya. Apakah rumah tersebut berada di pinggir jalan raya alias agak menjorok ke dalam. Rumah di pinggir jalan raya tak lebih tepat untuk keluarga dengan anak usia kanak-kanak. Pertimbangkan juga soal sistem keamanan.
Hal lain yang wajib diperhatikan dalam sudut lingkungan ini merupakan sarana dan prasarana, semacam jarak dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, pusat perbelanjaan, dan hiburan.
Hunian yang aman dan lengkap nyatanya belum dikatakan idaman. Kamu juga wajib perhatikan keasrian suasana rumah dan hijau, lebar jalan, sistem drainase alias sanitasi dan potensi bencana semacam banjir.
Intinya, dalam mempertimbangkan lingkungan, Kamu wajib mengedepankan keenjoyan Kamu dalam menjalankan selaluitas sehari-hari. Jangan hingga, selaluitas Kamu bakal terhambat.

4. Logika
Terbaru merupakan gunakan logika Kamu dalam memilih ruamh yang bakal dibeli. Biasanya pihak pengembang bakal mengeluarkan jurus-jurus jitu untuk membangun kepercayaan konsumen untuk segera membeli dagangan rumah mereka. Pengembang meperbuat marketing yang boombastis itu sah-sah saja. Sekarang, tinggal keputusan Anda. Jadilah calon pembeli yang tak langsung percaya dengan iming-iming pengembang.
Umpama, harga suatu  rumah dipatok seharga Rp500 juta. Kemudian, pihak pengembang mengutarakan bakal ada kenaikan harga sebesar 20%. Tugas Anda, cari tahu apakah benar perumahan itu bakal mengalami kenaikan harga sebesar 20%?.
Caranya, Kamu bisa menanyakan terhadap masyarakat kurang lebih alias menonton harga NJOP. Alias bisa juga dengan mengumpulkan berbagai daftar perumahan kurang lebih yang telah dibuat lebih dulu.

Kemudian, hitung kisaran kenaikan dan selisihnya. Kalau butuh Kamu tanyakan terhadap penghuni rumah tersebut.

Artikel Terkait

Cara Cermat Memilih Rumah Idaman
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email